Selasa, 13 Mei 2014

Senin, 12 Mei 2014

untuk melihat jurnal [doc] klik disini

FILM DAN GAMBAR PRODUK




Kehormatan di Balik Kerudung merupakan film drama indonesia  yang dirilis pada 27 oktober 2011 yang disutradarai oleh Tya Subiyakto Satrio serta dibintangi oleh Donita, Andhika Pratama  dan Ussy Sulistyawati
Sinopsis

Syahdu adalah wanita yang berhati mulia namun keras hati. Ia tinggal bersama ibunya serta adiknya, Ratih. Meskipun mereka hidup dalam kesederhanaan, Syahdu sangat mencintai keluarganya.
Suatu ketika Syahdu berniat mengunjungi kakeknya yang tinggal di daerah lain. Dalam perjalanan dengan kereta, Syahdu bertemu Ifan, pemuda soleh namun berpikiran terbuka, dan cerdas. Ifan dan Syahdu pun berkenalan lebih akrab. Perkenalan yang pada akhirnya, diam-diam, menumbuhkan benih cinta di hati mereka masing-masing, namun terpendam.
Adalah Sofia, gadis sekampung dengan Ifan, yang jatuh hati pula pada Ifan, namun Ifan tak pernah menanggapi serius. Ifan tetap bersikap baik pada Sofia. Sementara Sofia yang mengetahui kedekatan Syahdu dan Ifan, bersikap toleransi walaupun dirinya takut kehilangan pria idaman seperti Ifan yang taat beragama.
Syahdu dihadapkan kenyataan pahit. Ibunya harus dirawat di rumah sakit dengan biaya besar. Syahdu dan Ratih, adiknya, bingung musti mencari biaya. Dalam situasi genting itu, mantan kekasih Syahdu yang masih berusaha mendapatkan kembali cinta Syahdu, menawarkan bantuan dana guna membiayai operasi ibunya dengan satu syarat, Syahdu harus bersedia menikah dengannya. Demi cinta kasihnya dengan ibunda, Syahdu pun menerima tawaran lelaki tersebut.
Mengetahui Syahdu sudah menikah, Ifan kecewa sekali. Marah. Merasa dikhianati. Ifan kemudian menikah dengan Sofia, gadis yang diam-diam mencintainya. Sofia adalah gadis solehah. Dan pada kenyataannya, Ifan merasa beruntung. Sofia menunjukkan ketulusan cintanya melalui pengabdiannya sebagai seorang istri. Betapa bersyukurnya Ifan



Syahdu adalah wanita yang berhati mulia namun keras hati. Ia tinggal bersama ibunya serta adiknya, Ratih. Meskipun mereka hidup dalam kesederhanaan, Syahdu sangat mencintai keluarganya.
Suatu ketika Syahdu berniat mengunjungi kakeknya yang tinggal di daerah lain. Dalam perjalanan dengan kereta, Syahdu bertemu Ifan, pemuda soleh namun berpikiran terbuka, dan cerdas. Ifan dan Syahdu pun berkenalan lebih akrab. Perkenalan yang pada akhirnya, diam-diam, menumbuhkan benih cinta di hati mereka masing-masing, namun terpendam.
Adalah Sofia, gadis sekampung dengan Ifan, yang jatuh hati pula pada Ifan, namun Ifan tak pernah menanggapi serius. Ifan tetap bersikap baik pada Sofia. Sementara Sofia yang mengetahui kedekatan Syahdu dan Ifan, bersikap toleransi walaupun dirinya takut kehilangan pria idaman seperti Ifan yang taat beragama.
Syahdu dihadapkan kenyataan pahit. Ibunya harus dirawat di rumah sakit dengan biaya besar. Syahdu dan Ratih, adiknya, bingung musti mencari biaya. Dalam situasi genting itu, mantan kekasih Syahdu yang masih berusaha mendapatkan kembali cinta Syahdu, menawarkan bantuan dana guna membiayai operasi ibunya dengan satu syarat, Syahdu harus bersedia menikah dengannya. Demi cinta kasihnya dengan ibunda, Syahdu pun menerima tawaran lelaki tersebut.
Mengetahui Syahdu sudah menikah, Ifan kecewa sekali. Marah. Merasa dikhianati. Ifan kemudian menikah dengan Sofia, gadis yang diam-diam mencintainya. Sofia adalah gadis solehah. Dan pada kenyataannya, Ifan merasa beruntung. Sofia menunjukkan ketulusan cintanya melalui pengabdiannya sebagai seorang istri. Betapa bersyukurnya Ifan




 Sepatu Boots Gany
bewarna coklat manis, ukuran sepatu 37

manajemen keuangan

MANAJEMEN KEUANGAN

1.Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva.Beberapa definisi manajemen keuangan diberikan sebagai berikut:

a. Liefman: usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.

b. Suad Husnan: manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.

c. Grestenberg: how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the prof ts business are distributed.

d. James Van Horne: segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.

e. Bambang Riyanto: keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan us aha mendapatkan dana yang dip erlukan dengan b i aya yang minimal dan syaratsyarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.

2. Pengertian diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa manajemen keuangan berhubungan dengan tiga aktivitas (fungsi) utama:

a. Allocation of funds (aktivitas penggunaan dana) yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana berbentuk:

  • Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertif~kat deposito, atau obligasi.
  • Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata: tanah, bangunan, peralatan.

b. Raising of funds (aktivitas perolehan dana) yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana balk dari sumber internal perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen. Sumber dana pada perusahaan secara keseluruhan:

c. Manajemen assets (aktivitas pengelolaan aktiva) yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva-aktiva harus dikelola seefisien mungkin.

B.Tiga Keputusan Yang Diambil Manajemen Keuangan

Ada tiga keputusan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan mengenai dividen. Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.
Keterangan lebih lanjut dari masing-masing keputusan sebagai berikut: (Van Horne)

1. Financing dicision: keputusan pendanaan atau pembelanjaan pasif
  • Implementasi dari rasing of funds, meliputi besarnya dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana serta, persyaratan-persyaratan yang timbul karena penarikan dana tersebut.
  • Hasil financing dicision tercermin di sebelah kanan dari neraca.
  • Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal sendiri) meliputi: saham preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan, maupun eksternal (modal asing) jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana jangka pendek, misalnya utang dagang (trade payable atau open account), utang wesel (notes payable), utang gaji, utang pajak. Sumber dana jangka panjang misalnya, utang bank, dan obligasi.

2. Investmenf Dicision: keputusan investasi atau pembelanjaan aktif
  • Implementasi dari allocation off funds.
  • Allocation of funds bisa dalam jangka pendek dalam bentuk working capital, berupa aktiva lancar atau jangka panjang dalam bentuk capital investment, berupa aktiva tetap.
  • Tercermin di sisi aktiva (kiri) sebuah neraca. Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berapa aktiva total yang dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.

3. Dividen Policy: keputusan mengenai dividen
  • Berhubungan dengan penentuan prosentase dari keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai cash dividend.
  • Penentuan stock dividen dan pembelian kembali saham.

C. Tanggung Jawab Staf Keuangan

Tugas staf keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehinggadapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham & Houston: 2006, 18) yaitu:

1. Peramalan dan perencanaan: mengkoordinasi prose~s perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.

2. Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan: membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutusakan aset spesifik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.

3. Koordinasi dan kontrol: berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi seefisien mungkin.

4. Berinteraksi dengan pasar keuangan: berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.

5. Manajemen risiko: bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara lceseluruhan termasuk mengidentifiksi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.

D. Tujuan Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai standar dalam memberi penilaian keefisienan (Sartono: 2000, 3) yaitu:

1. Tujuan normatif manajemen keuangan adalah mazimization wealth of stockholders atau memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.
  • Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.
  • Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan faktor risiko.
  • Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik, kreditor dan pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan.
  • Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham lebih menekankan pada aliran kas daripada laba bersih dalam pengertian akuntansi.
  • Tidak mengabaikan social objectives dan kewajiban sosial, seperti lingkungan eksternal, keselamatan kerja, dan keamanan produk.

2. Nilai perusahaan yang belum go-publik dapat diukur dengan harga jual seandainya perusahaan tersebut dijual. Jadi tidak hanya nilai asset (laporan di neraca) tetapi diperhitungkan juga tingkat risiko usaha, prospek perusahaan, manajemen lingkungan kerja dan sebagainya. Indikasi nilai perusahaan adalah:
  • Perusahaan belum/tidak go-publik: harga seandainya perusahaan dijual
  • Perusahaan go-publik: harga saham yang dijual belikan di pasar modal.

3. Dari indikasi tersebut dapat ditarik pengertian:

a. Memaksimalisasi nllai perusahaan tidak sama dengan memaksimalisasi laba:
  • Perusahaan bisa saja meningkatkan laba dengan cara mengeluarkan saham dengan hasll penjualan saham dlinvestaslkan pada deposlto atau obllgasl pemerintah. Dengan cara ini dijamin laba akan besar tetapl keuntungan per lembar saham akan menurun, karena jumlah lembar saham yang beredar bertambah, sehlngga kondlsl perusahaan tldak balk.
  • Terminologl profit memlllki pengertian ganda, dlsebabkan terdapat banyak definlsl profit.

b. Memaksimalkan nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalkan laba per~lembar saham (earning per share = EPS) alasannya:
  • Tujuan memaksimalisasi laba tidak memperhatikan waktu dan lamanya keuntungan yang diharapkan.
  • Tidak mempertimbangkan risiko atau ketidakpastian dari keuntungan di masa yang akan datang. Jika suatu usulan mengandung risiko yang besar, maka kenaikan keuntungan per lembar saham akan diikuti dengan penurunan harga saham